Skip to main content

Posts

Negosiasi

Sabtu malam 5 Juni 2004. Dalam satu moment di acara “Pemburu Hantu” di salah satu stasiun televisi, Team Pemburu Hantu (PH) bernegosiasi dengan setan/roh halus!!! Si roh halus, yang katanya Noni Belanda, ingin tetap tinggal di tempatnya saat ini, namun tuan rumah keberatan. Ada beda 2 kepentingan beda. Disinilah peran central team PH. Yaitu memenangkan manusia dengan cara yang elegan. Negosiasi pun dilaksanakan. Singkatnya, akhirnya Noni mau pindah asalkan tempat barunya lebih sepi dan sejuk. Team PH menyanggupi syarat itu asalkan Noni tidak kembali lagi ke tempat semula. Nego selesai dan Noni pindah. Rumah pun ditempeli stiker “Dalam Pengawasan”. Moral ceritanya sederhana: belajarlah bernegosiasi karena kemampuan ini kekal sifatnya (immortal). Kafi Kurnia bilang negosiasi adalah keahlian komunikasi paling penting yang harus dimiliki orang. Terlebih di era global yang membuat dunia seolah tanpa batas. Implikasinya perbedaan semakin membentang seluas jaringan (network) yang ada. Tantang...

Ludo

Monopoly adalah salah satu board game yang bisa mengasah naluri kompetisi seseorang. Adakah board game yang bisa mengasah naluri kompetisi tapi lebih sederhana daripada monopoly? Jawabannya mungkin permainan ludo. Dengan bermain ludo seorang pemain diharuskan berpikir keras untuk menyelamatkan 4 buah bidak (jika boleh disebut demikian) sekaligus memenangkan pertandingan. Pemenang adalah pemain yang dapat mengirim ke-4 bidaknya ke finish terlebih dahulu. Ludo berasal dari kata Latin ludus yang artinya permainan (game). Permainan ini biasa dimainkan 2 sampai 4 orang. Ludo adalah simplifikasi dari permainan orang Indian, Pachisi. Pachisi sendiri diperkirakan sudah dimainkan sejak 500 tahun sebelum masehi. Namun demikian, Ludo yang muncul sekitar tahun 1896 dipatenkan di Inggris dengan nomor paten 14636. Aturan main Ludo sangat mudah. Intinya, lempar dadu dan jalankan bidak menuju finish. Setiap pemain diberi modal yang sama yaitu 4 buah bidak. Bidak-bidak itu harus dikeluarkan dari titik ...

Kesinambungan

Jaman dulu, setiap Nabi yang merasa tugasnya akan selesai di dunia dapat dipastikan akan langsung mencari pengganti. Musa mempersiapkan Joshua. Elia mempersiapkan Elisa. Yesus mempersiapkan 12 Rasul ditambah Santo Paulus yang ditunjuk khusus. Jadi succession plan, dan juga, talent management sudah ada sejak masa silam.  Concern manusia dulu dan saat ini sebenarnya sama, yaitu bagaimana caranya memastikan kesinambungan eksistensi kelompok hingga jangka yang luar biasa lama, bahkan jika mungkin selamanya. Kesinambungan eksistensi kelompok hingga jangka waktu sedemikian lama tentunya dapat dicapai melalui orang yang capable mewujudkan hal itu. Bagaimana orang yang dipandang mampu tersebut dapat melaksanakan misinya untuk melanjutkan misi pendahulu?  Pertama, orang itu kudu punya keyakinan bahwa kelompok ini sangat bernilai untuk dipertahankan eksistensinya selama mungkin.  Kedua, orang itu mesti meyakinkan orang lain melalui perkataan dan perbuatan bahwa kelompok itu berni...

Harapan

Tahun 2009 buat saya merupakan tahun pemenuhan harapan. Bahkan ketika banyak orang berpikir sudah tidak ada harapan lagi, ternyata lahir kejadian yang mengejutkan bagi banyak orang namun membahagiakan sebagian kecil orang. Yang tadinya berpikir seperti waiting for Godot pada akhirnya menjadi dream come true. Yang positif bersyukur dan bilang, Tuhan memberikan terbaik tepat pada waktunya. Sementara yang negatif bertanya heran: ”Kok bisa, ya???”. Apapun ekspresinya, pesannya jelas ada 2, yaitu jangan berhenti berharap dan jangan menganggap tidak ada harapan lagi. Harapan itu bagaikan bahan bakar bagi manusia dalam menjalani hidup. Hidup tanpa harapan seakan tak bermakna. Dengan harapan orang bisa dengan mantap menatap masa depan, berkarya dengan riang pada hari ini dan beristirahat dengan lelap. Tanpa harapan orang tidak peduli pada masa depan, berkarya dengan berat hati dan tidak bisa beristirahat dengan tenang. Rasanya punya harapan jauh lebih enak daripada tidak punya harapan.

Good to Great

Baik adalah musuh dari hebat (Jim Collins) Tidak banyak hal hebat di dunia sebab terlalu banyak hal baik di dunia ini. Tapi mungkinkah perusahaan menghasilkan sesuatu yang hebat setelah meraih hasil yang baik? Jim Collins bilang bisa. Setiap perusahaan bisa tumbuh mengagumkan dalam jangka waktu relative lama, profitnya tinggi dan punya nilai perusahaan jauh di atas rata-rata pasar. Cuma syaratnya tidak gampang. Perusahaan harus punya 7 syarat dasar meliputi pola kepemimpinan, human capital, cara menghadapi fakta, focus, budaya disiplin, teknologi pendukung dan terobosan-terobosan berkelanjutan.  Pemimpin macam apa yang cocok untuk membawa perusahaan dari baik menjadi hebat? Jawabnya ternyata pemimpin yang rendah hati dan punya kemauan keras. Collins menyebutnya sebagai kepemimpinan tingkat 5. Contoh pemimpin yang sudah mencapai level ini adalah Colman Mockler, Direktur Gillette tahun 1975 hingga 1991; dan Direktur Kimberly-Clark yang sukses mengalahkan Scott Paper dan Procte...

Rahasia Sukses

Albert Einstein memilki IQ sebesar 150. Semua orang sepakat menyebutnya jenius. Christopher Langan, pasti anda bertanya-tanya siapa dia, ternyata punya IQ sebesar … 190. Jika Einstein dianggap menderita diklesia, Langan mulai bicara di usia 6 bulan; mendengarkan radio, yang penyiarnya membacakan komik, dengan intens hingga akhirnya memungkinkan ia untuk belajar membaca di usia 3 tahun; bisa mengikuti ujian bahasa asing yang belum pernah dipelajarinya sama sekali; mampu membaca buku cetak dengan cepat , biasanya 2-3 menit sebelum guru datang, dan jika dites hasilnya sempurna. Intinya, dahsyat… Tapi sekali lagi, siapa Chris Langan? Sampai ia ikut kuis 1 VS 100 di televisi Amerika, tidak banyak orang tahu siapa Chris Langan. Faktanya, Langan tidak berhasil menyelesaikan kuliah, padahal ia sangat berpotensi menjadi Ph.D. Berbeda dengan Bill Gates yang DO dari Harvard tapi langsung focus membesarkan Microsoft, Langan luntang-lantung tanpa arah yang jelas. Bahkan Langan pernah jadi tukang ...

Sintong Panjaitan Dan Kehidupan

Kehidupan sejatinya menunjuk hidup seorang manusia. Tiadanya seseorang karena kematian disebut George Orwell sebagai hilangnya satu kehidupan di dunia ini. Dalam perjalanan hidupnya setiap manusia berhadapan dengan beragam peristiwa baik yang terencana maupun tidak terencana. Yang terencana pun bisa dibagi lagi menjadi yang direncanakan orang lain, atau yang direncanakan sendiri. Kendati keduanya tampak sebagai dua kutub yang berbeda, keduanya punya keterikatan. Sebab apa yang direncanakan orang lain pun masih memerlukan rencana aksi dari setiap individu. Dalam kehidupan yang semuanya serba terkait, apa yang direncanakan orang lain (bisa atasan, keluarga atau teman) bisa jadi moment istimewa dalam hidup seseorang. Letjen (Purn) Sintong Panjaitan adalah manusia yang berkarya di Tentara Nasional Indonesia (TNI). Lulus dari Akademi Militer Negara (AMN) tahun 1963. Dan sejak itu sebagian jalan hidupnya direncanakan oleh pejabat TNI yang berwenang. Rencana dari TNI diterima Sintong seb...